"Menunggu dalam riuh yang ada diantara dua ruangSudah saatny aku berjalan, menengok arah belakng hanya memastikaan keadaan tenang saja, tak perlu di bahas apa yang sudah aku lewati di jalan tersebut.
Namun, kanan atau kiri kepala menoleh tak jarang
Hanya akan terekam sudut-sudut sejajar lengang
Kemudian abadilah dalam pikir satu sketsa remang"
Berdiam saja hanya membuat di lema semakin besar, entah apa itu sudah saatnya bagian-bagian yang hilang itu aku cari, aku dapatkan (kembali).
Tunggu?? kembali?? tidak, bagian itu harusnya aku buang saja, tak pantas sepertinya bersanding dengan aku dan ke angkuhan ku. Buang, musnahkan dan ratakan dengan tanah, jadikan pupuk untuk bunga-bunga yang lain.
Sulit, dia bukan bagian ku, tapi entah kenapa menjadi bagian dari langit naungan ku, bunga abadi ku, bundaku. :(
Nibelheim, Nov.13
eM. Ar






0 komentar:
Posting Komentar