Moga Bunda Disayang Allah #1 Bunda, Saat kami bayi, engkau orang terakhir tidur setelah dunia lelap, bahkan boleh jadi tidak tidur, agar kami bisa nyenyak. Dan engkau pula yang pertama kami lihat saat terjaga. Bunda, Saat kami kanak-kanak, engkau orang terakhir yang putus rasa sabarnya, bahkan boleh jadi tidak pernah, walau orang2 lain telah jengkel setengah mati Dan engkau pula yang pertama membesarkan hati. Bunda, Saat kami gagal, engkau orang terakhir yang berputus asa, bahkan boleh jadi tidak pernah, meski seluruh dunia sudah berhenti berharap Dan engkau pula yang pertama menghibur. Bunda, Saat kami sakit, engkau orang terakhir yang bertahan menemani, bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah kembali sibuk Dan engkau pula yang pertama berbisik kabar kesembuhan. Bunda, Saat kami ragu2, engkau orang terakhir yang hilang keyakinan, bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah menyerah Dan engkau pula yang pertama berbisik tentang janji-janji. Walaupun, Saat kami besar, boleh jadi engkau orang terakhir yang kami hubungi, bahkan boleh jadi tidak pernah, karena alasan sibuk atau apalah Walaupun, Saat kami bahagia, boleh jadi engkau orang terakhir yang tahu, bahkan boleh jadi benar2 amat terlambat, karena alasan tidak sempat atau apalah Bunda, Di antara bisik doa-doa-mu, sungguh terselip beribu nama kami Dan boleh jadi itulah yang membawa kami hingga seperti hari ini Engkau orang terakhir yang akan berhenti mendoakan kami, bahkan boleh jadi tidak pernah berhenti, hingga akhir hayat. Dan sungguh, Engkau pula orang pertama yang mengucapkan kata Amin bagi kami. *tere liye
Semoga Bunda di Sayang Allah
Hah?
Sulit menebak kemana larinya perasaan :)
Perasaan itu tidak seperti lampu lalu lintas. Yang petunjuknya jelas, lampu merah berarti stop, lampu hijau berarti ayo jalan, atau kuning berarti siap-siap. Kita tidak pernah tahu kapan waktu terbaik jika sudah berurusan dengan perasaan.
Bukankah sering kita merasa sudah "lampu hijau", ternyata cuma ke-GR-an doang. Merasa "lampu merah", tidak ada kesempatan, ditinggalkan, untuk besok lusa, berpuluh tahun kemudian setelah masing2 berkeluarga dengan orang lain, baru tahu ternyata dulu "hijau" sekali.
Demikian.
Entah senang atau kah perih, kenyataan yang di hadapi , kemarin aku berdo'a untuk dia mencintai, aku dapat. tapi aku tersesat. masa lalu masih jadi bagian itu, bagian bunga abadiku, tempat bernaungku, bundaku.:)
Aku harus tegas, buang bagian itu dari aku, atau pun temat-tempat menaungku.
GeEr. memalukan!!!!
Cerita sepertinya akan berakhir, berakhir sekarang.
I think am special, ternyata hanya geEr. malu-maluin -____-
tidur sajalah.........
Cinta itu bukan soal kebersamaan apalagi memiliki.
Melainkan pada ingatan yang diletakkan di hati kita masing-maing, pun dalam doa-doa yang dipanjatkan dalam senyap.
Itulah kenapa, kalaupun kita tidak memiliki seseorang / sesuatu, tidak bersama dengannya, atau malah dibenci karena salah paham, perbedaan, atau memang simpel karena tidak suka (apapaun alasan tidak suka tersebut), kita tetap selalu bisa menyebutnya dengan kata cinta.
Ya aku mencintaimu. :)
Jatuh ? Jatuh Cinta? Jatuh Hati? atau Jatuh tak berkeping ?
Entahh, perasaan apa ini, aku tak tahu.
Aku sadar, dari awal aku sadar.
Tak boleh jatuh cinta, tak boleh jatuh hati, aku masih di jalanan belakang, masih ada bagian yang harus aku buang, tak ayal hanya akan menjadi pijakan rapuh.
tak boleh.
Cemburu? apa benar?? berapa lama aku tak merasa ini??
aku tak tahu ini benar atau tidak, tapi kenapa?
kenapa dia??
Desirnya terus mengalir, terus memenuhi sesak di dada, cemburu?
Iya kawan, aku cemburu, pada suatu hal yang hanya sepele.
Salah paham itu baru akan ketahuan setelah di ujungnya. kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap salah--menurut versi yg merasa salah.
Sama, menyesal itu baru ketahuan setelah di ujung, kalau belum tiba, ya statusnya masih tetap bodo amat--menurut yg suka bodo amat kalau diingatkan.
Jadi aku tak mau ada salah faham dan tak mau ada yang di selsalkan.
Jatuh cinta? Ya aku jatuh cinta, sepertinya, tapi aku juga jatuh berkeping-keping. :)
Suatu hari aku akan ceritakan setiap baitnya, setiap larik nya :)
tunggu saja.
Dec 13
Semakin Dekat.
Bagi orang2 yang memendam rindu, mencintai dalam diam, maka apa-apa yang ditunjukkannya hanyalah bagai gunung es di dalam samudera, hanya memperlihatkan pucuk kecil dari betapa besar perasaan itu di bagian dalamnya. Besarrr sekali yang tersembunyi.
Innocent -____- padahal aslinya -____-
ULFIANTI ARISSA?
Hehhh???? Bocah aneh, wkwkwkwkwk
Stickernya bagus :)
Kek nya jago design, kali aja bisa belajar.
What have u found?
Perasaan itu bukan seperti "buku panduan" telepon genggam atau menu "help" di laptop. Yang bisa kita baca dengan amat detail instruksinya, pun termasuk jika ada masalah, ada solusi tertulisnya.
Perasaan adalah perasaan. Pandai-pandailah belajar membaca pertanda. Dan jangan keliru baca, jelas-jelas orang lain sudah mual, kita justeru sumringah merasa dia sedang cinta kali.
ENTAH.
Beberapa memang mendekati, tak tak ayal perasaan ini menolak, hati menolak.
sampai dimana nanti perjalanan ini berakhirr??
Entah, seperti kataku, perasaaan tidak pernah memberi intruksi yang jelas ke arah mana, atau dengan apa kita harus menyelesaikannya.
Nibelheim Des, 13
The story going to end, but New Story has begin :) UTS
Yeaaahh Fucking Awesome Day, but it's over ......
Dari awal pembentukan panitia, di tunjuk sebagai mentor nanti di kelompok Grup Merah kelompok 1. Tapi tiba2 berubah menjadi Bendahara, pada sesi gladi resik berubah menjadi teknisi dana tata ruang, namun pada akhirnya hanya menjadi juru foto, hahahahaha.
Dapet tugas khusus, mencari foto unik dari para junior, dapet Banyaaaaakkk, tapi sayang kameranya buruk (sorry kang faridz), jadi hasilnya tidak bagus (kurang bagus). :p
Untuk teknik memfoto nya sih sudah ok, hahahah.
Dari awal acara hingga akhir, hampir tidak jauh berada di sebelah kanan, berlagak cool, berdiri di depan, tapi entah selalu disebelah kanan. hmmmm Do u know why??? entah lah, mungkin karena di posisi itu lebih banyak pose-pose aneh dari para junior.
But, rasa benci saya terhaap yang terhormat Bapak yang punya lembaga ini masih saja mengganggu, berusaha mencairkan suasana dengan senyum atau apalah, tetap saja hanya membuat perasaan mangkel ini menggelayut.
Sudah lah, jangan sampai keharmonisan keluarga besar ini saya kotori dengan perasaan tersebut.
Kesan??
Banyak, session ketika game sebelum penutupan.
Yell yell...
yeyeye lalala yeyeye lalala.
Hijau paling kompak, dan merah paling,, hmmm dari hasil penerawangan sih (halah) hampir semua anggota kelompoknya orang pendiam hanya mereka yang ada di barisan depan saja yang aktif, tapiiiii mereka kebanyakan orang yang ada di barisan depan adalah mereka ingin memimpin.
Kuning, ?? Rameeeeeee, Bingiiiitttt.. tapi tidak bisa di atur, yell yell mereka paling OK.
but i don't who said it "Garuda garuda, emang nya kacang", dari kelompok hijau, asli iti bikin ngakak.
dan satu lagi yang ga kalah menarik dari kelompok merah adalah.
ketika salah satu cewek, kecil, yang PeDe nya kaga ketulungan, memimpin yell yell. dengan gaya sok-sok an nya kaya Vidi "satu dua tiga nyanyi bareng baren!!!" and guess what??? ga ada satu pun dari anggotanya yang nyanyi -____- seandinya aku yang di posisi itu malu nya kaga ketulungan, but tanpa pikir panjang dia tetap memimpin lagi. I know she'll be a good leader. :)
Penutupan, pada akhirnya ereka meminta tanda tangan dari senior-seniornya, aku tak ikut :) pergi ke mesjid depan gedung, menatap mereka bubar, it's so sad. Hanya tak ingin keakraban keluarga besar ini akan berakhir.
Seandainya feeling aku benar, pasti satu persatu dari mereka akan hengkang dari keluarga ini. :)
semoga saja ada mukjijat turun untuk yang terhormat Bapak kepala lembaga :)
Nanti pasti di upload lah foto2 aneh mereka, setelah LPJ selesai dan panitia di bubarkan :)
So it's Monday, berjuang untuk UTS :)
It's The Day.
Shubuh ini saya sudah ada di kampus -______-










