Berapa orang yang sudah kau temui ??
Banyak, tak lagi menjadi beban saat ini, kurasa jalanan belakang sudah hilang -mungkin-.
Ruas jalan semakin terang, detak nadi hidup semakin stabil, :) tak ada lagi gundah saat ini, ya saat ini. jalan belakang memang -sepertinya- sudah tertutup. Tak ada lagi yang benar-benar aku hiraukan :)
Besok harinya, kita liat kerja keras para aktifis ini akan berakhir seperti apa.
So what u have found?
Banyak, semakin banyak persahabatan, semakin banyak tawa, semakin banyak rangkulan yang aku dapat.
hampir 12 purnama aku hidup sebagai pendusta, bersembunyi dari pongah dan angkuhnya masa lalu.
I know it going to be end :)
Sehari Sebelum.
Diposting oleh
Arif-Muhammad
|
Read User's Comments(0)
Bussy Time
Diposting oleh
Arif-Muhammad
|
waktunya buat sibuk :)
semakin sibuk, semakin banyak waktu yang terbuang, bermanfaat.
lalu kapan aku mulai berjalan?
Ini aku berjalan, tak ada waktu kusisihkan untuk mengingat jalanan belakang. Aku culik diriku sendiri dari keterpurukan, memenjarakannya dalam kesibukan.
Tanggung jawab dan tugas sebagai aktifis di kampus memang membuat aku lupa dengan apa ynag telah berlalu. itu sengaja?? iya, agar derap waktu lebih cepat berlalu, semakin cepat, semakin banyak aku bertemu dengan orang-orng baru, semakin luas jangkauan kaki ku untuk melangkah, jauh dan melesat tanpa jenuh.
Terus berjalan dan terus sabar menentang hadang dan bebab. Karena sesungguhnya "Jarak antara 'kebahagiaan' dengan 'orang2 yang bersabar' hanyalah satu benang tipis saja. Sudah dekat sekali, dan aku tak mau itu malah menjauh.Violage, Nov.13
Saatnya
Diposting oleh
Arif-Muhammad
|
"Menunggu dalam riuh yang ada diantara dua ruangSudah saatny aku berjalan, menengok arah belakng hanya memastikaan keadaan tenang saja, tak perlu di bahas apa yang sudah aku lewati di jalan tersebut.
Namun, kanan atau kiri kepala menoleh tak jarang
Hanya akan terekam sudut-sudut sejajar lengang
Kemudian abadilah dalam pikir satu sketsa remang"
Berdiam saja hanya membuat di lema semakin besar, entah apa itu sudah saatnya bagian-bagian yang hilang itu aku cari, aku dapatkan (kembali).
Tunggu?? kembali?? tidak, bagian itu harusnya aku buang saja, tak pantas sepertinya bersanding dengan aku dan ke angkuhan ku. Buang, musnahkan dan ratakan dengan tanah, jadikan pupuk untuk bunga-bunga yang lain.
Sulit, dia bukan bagian ku, tapi entah kenapa menjadi bagian dari langit naungan ku, bunga abadi ku, bundaku. :(
Nibelheim, Nov.13
eM. Ar
Bagian awal
Diposting oleh
Arif-Muhammad
|
Derap langkah waktu terus mengoyak keangkuhan diri,
Biar kusisir setiap helai waktu, takan henti, bersama detak jantungku.
Biar kusisir setiap helai waktu, takan henti, bersama detak jantungku.
Tak terbilang setiap dera nafas yang mengisakan kerinduan, meletupkan rangkai rasaku.
Kucari satu BAGIAN YANG HILANG, dalam perjalanan ketabahan yang meguras kewarasan dan sapa nyata logika.
Kucari satu BAGIAN YANG HILANG, dalam perjalanan ketabahan yang meguras kewarasan dan sapa nyata logika.
eM. Ar
Langganan:
Postingan (Atom)





